dipublikasi KORAN JAKARTA Jumat, 09 November 2012
Buku ini berisi tentang pengalaman dan proses kreatif orang-orang luar
biasa. Dari nol mereka mulai berjuang mengubah jalan hidupnya demi
menjadi yang terbaik. Terbukti, para tokoh yang dibahas di dalamnya
adalah orang yang dulunya diremehkan, bahkan dicaci. Namun, dengan
kesungguhan, tekad, dan etos kerja sangat tinggi, pada ahirnya mereka
membuktikan bahwa dirinya benar-benar pantas diakui dunia sebagai the
winner.
Buku ini bertujuan menumbuhkan semangat dan refleksi
hidup bagi pembaca. Dipenuhi kisah-kisah inspiratif yang mampu
melahirkan kesadaran rasional bahwa kesuksesan tidak hanya bagi mereka
yang berpangkat atau bernasib baik. Keberhasilan dapat diwujudkan oleh
siapa pun, tak terkecuali mereka yang berada dalam keterhinaan
(contemptible) atau keterbatasan (difable).
Terdiri dari 99
kisah inspiratif yang terbagi dalam delapan bagian. Di antaranya, bagian
Teguh dalam Keterbatasan (18 kisah), Jenius Pengguncang Dunia (15),
Kegagalan Berbuah Kesuksesan (8), Berkat Kasih Ibu dan Keluarga (12),
Persahabatan yang Kokoh (10), Cinta dan Dukungan (10), Usaha dan Kerja
Keras (14), dan, Ketulusan dan Kebaikan (12).
Sebuah kisah
tentang keteguhan proses dicontohkan oleh Lionel Messi. Messi kecil
merupakan bulan-bulanan hinaan karena penyakitan, tubuhnya pendek, dan
jelek. Pada awalnya, ini membuat Messi lemah mental dan merasa tersiksa.
Kendati demikian, dia berusaha mengimbangi hinaan itu dengan latihan
keras. Berusaha tidak ciut nyali saat dicemooh. Bahkan dia memaksa diri
untuk berani mengikrarkan diri dengan berkata "Pencemooh, pengkritik,
dan penentang harus membuatku lebih memiliki tekad daripada sebelumnya."
(halaman 9).
Menurut penulis, untuk menjadi the winner, seorang
perlu memiliki sikap berani dan pantang menyerah. Baginya, ini adalah
pijakan dasar untuk melangkah. Berani dalam arti menatap masalah bukan
sebagai hambatan, melainkan sebagai tantangan untuk bisa lebih kuat dan
bergairah menjemput kebahagiaan. Pantang menyerah artinya tidak mudah
terbius oleh godaan sekitar, bahkan jika itu berasal dari keluarga
sendiri, sahabat, dan orang-orang sekitar yang kurang sepaham dengan
idealisme untuk berkorban demi kemajuan.
Dalam hal ini, yang
harus dibulatkan sang juara adalah membangunkan kesadaran diri.
Meyakinkan diri tentang seberapa bulat kemauan untuk menjadi yang paling
utama dalam proses menyelesaikan masalah. Seseorang yang niatnya kerdil
pasti akan gusar sebelum "badai" masalah yang lebih besar menghantam.
Atau, bisa jadi tersantap imaji fobis dan menjadi lemah karenanya. Niat
ini sangat vital sebab ia menjadi landasan pikiran untuk aksi. Kuatnya
niat akan menjadi perisai yang melindungi dan mempertahankan spirit
juang dari bayangan kegagalan.
Judul buku Dari Batu Menjadi Bara
merupakan bahasa kias, yang secara riil bisa diinterpretasikan sebagai
dari sesuatu hal yang mati menjadi hidup. Dari yang tidak bermanfaat
menjadi sesuatu yang berharga. Buku ini ingin menguak kanyataan. Pada
mulanya, kita tanpa kemauan dan kerja keras bukanlah apa-apa. Seperti
batu yang terus diam selamanya. Tetapi, jika kita mengolah pikiran,
hati, dan jiwa secara penuh, batu (tubuh) ini pun akan terbakar dan
menjadi bara. Di sinilah substansi proses yang akan memancarkan sebuah
pencerahan, bahwa berhasil dan menjadi juara itu bukan sebuah kebetulan,
melainkan harus diciptakan.
Peresensi adalah Fuad Hasan, pemerhati buku pada FTK UIN Yogyakarta
Judul buku : Dari Batu Menjadi Bara
Penulis : Afin Murtie
Penerbit : Jogja Bangkit Publisher
Cetakan : 1, 2012
ISBN : 978-602-9431-05H
Tebal : 244 halaman
