Minggu, 16 Juli 2017

Despacito The Music Blagenta

Despacito The Music Blagenta

Sebuah lagu baru yang konon enak didengarkan. Mudah diterima oleh jiwa pemusik dan non-pemusik. Amazing bahwa lagu Luis Fonsi - Despacito ft. Daddy Yankee telah berhasil menyusupi 2.618.131.449 pasang gendang telinga. Tentu jumlah ini kian akan terus bertambah.
Apa istimewa ?
lagu Despacito yang paling membikin penasaran ini ada kaitannya dengan cinta yang paling essensial menurut golongan fisik. Ya, lagu yang mengajak untuk meluapkan rasa sinta dengan seni bersatunya kehendak cinta yang bergelora di jiwa para kekasih.

tonton video Despacito di sini  

 Despacito, Lirik Lagu Despacito. Lagu baru

sementara bagi ahli permusikan di tanah air, tangan-tangan para pemukul kendang dan perkusi sudah terasa gatal untuk membikin lagu Despacito ini dalam versi lagu koplo.


#Cahe Dan

Selasa, 11 April 2017

MENIMBANG RASA MALAM MINGGU YOGYA



MENIMBANG RASA MALAM MINGGU YOGYA
By alkanjawi

Misalkan di malam minggu saya bikin teraju, sisi kanan saya isi substansi kebahagiaan dan sebelah kiri dengan kesedihan, kiranya manakah sisi yang lebih bobot?
Anda perlu tahu, saya lagi berada di Yogya dengan spot lingkungan ramai. Cukup banyak anak muda kongkow. Dunia muda telah terwakili di sini. Sebagaian saya lihat setiap laki-laki punya teman duduk perempuan. Sebagian lelaki bergerombol. Beberapa perempuan membuat tempat duduk ekslusif. Tidak tampak sama sekali ada makhluk duduk seorang diri. Jam di pergelangan tangan saya menepuk 23.30 wib.
Yeah. I am thinking.
Di antara yang saya lihat, siapa saja yang sedang merasa bahagia?
Semua nampak bahagia. Berkumpul dengan teman. Bercerita tanpa plot. Ngobrol dari yang santai sampai yang serius. Suara nyaring hingga sesekali pecah gelak tawa. Mereka asyik melewati malam. Entah sadar kosmik atau tidak, namun kegembiraan di wajah mereka telah berhasil mengelabuhi waktu. Pun demikian waktu, ia lewat begitu saja di antara ruas kebahagiaan mereka.
Bagi anak muda, semestinya tiada yang lebih penting di Yogya kecuali punya banyak teman. Yogya adalah kesempatan yang terus berulang. Segala sesuatu bisa diatur, asal mulut mau terbuka. Segala hal bisa dicapai asal kaki mau melangkah. Segala hal bisa dikuasai asal gerak tangan kreatif. Segala sesuatu bisa didapatkan asal mau beraksi. Yogya di setiap sudutnya adalah tawaran-tawaran yang tidak bakal habis.
Selain mereka yang bahagia, di Yogya ini adakah sesuatu yang sedih?
Sedih adalah pilihan ke terahir setelah putus asa.  Anak muda di Yogya bisa memelihara malasnya. Bisa tidur 27 jam sehari. Bisa selamanya berdiam diri dalam kegelapan kamar. Bisa diam melampaui patung. Seterusnya, bisa sendiri dalam kesunyian tanpa ujung tepi. Bila hal demikian sudah menjadi ketetapan, maka kebahagiaan tidak penting lagi.
Hari-hari anak muda memiliki karakteristik sama. Jika perasaan seluruh anak muda dikumpulkan kemudian di pilah dalam dua kategori bahagia dan sedih, manakah yang lebih besar bagiannya?
Saya rasa pertanyaan ini tidak lagi jadi penting terjawab.
Setiap diri kita punya hak untuk sedih. Kita punya kans bahagia. Perasaan orang yang bahagia berkata setiap orang lain adalah teman. Perasaan orang sedih pastilah bergumam; setiap orang lain adalah musuh. Siapa yang bisa menentukan ini semua?
Tak perlu jawaban eksplisit.
Menimbang perasaan malam minggu di Yogya, membutuhkan kerja keras batin. Orang luar berkata: Yogya adalah rindu. Yogya adalah kenagan. Yogya adalah blablabla...
Demi malam minggu, maka bersedihlah anak muda yang tinggal di Yogya, kecuali mereka yang memperbanyak teman dan meninggalkan kesendirian.
Sorowajan, 12 April, 2017





 post by #stuednt

Kamis, 16 Maret 2017

RINDU



RINDU

BOLEHLAH saya memberitahu ke Anda kenapa manusia bisa merasa merindu. Rindu dalam artian paling awam yaitu keadaan dimana seorang sedang sendirian dan ingin dekat-dekat dengan sesuatu yang disukainya. Kalau sudah dekat dan bersama maka jadilah namanya syahdu; sebuah keadaan yang 180 derajat berlawanan dengan rindu. Jika rindu itu rasanya gelisah, bergejolak, sepi, bahkan sedih, maka syahdu adalah tenang, damai, ceria, dan menyenangkan.
Dari mana asalnya rindu? Rindu berasal dari kenangan yang indah di masa lalu. Kenangan sendiri terbentuk dari pengalaman di kala Anda bersama sesuatu itu, ketika saling memahami, dan saat dimana Anda sedang melakukan apa yang Anda sukai dengan tulus. Pengalaman manusia pada umumnya menanggap rindu sebagai suatu rasa yang harus dihilangkan atau minimal ditutup-tutupi. Sebab cenderung manusia menilai dirinya tidak cocok dihinggapi rasa rindu itu, ia merasa lebih layak kalau bahagia dan syahdu.
Saya ingin ajukan perspektif baru; hakikat adanya rindu sebagai bagian dari rahmat Tuhan adalah untuk mengingatkan Anda akan pentingnya mengetahui arti kesendirian. Demi menjunjung tinggi hukum alam semesta, bahwa haruslah seimbang manusia itu berada dalam keadaan sendirian dan bersama-sama. Tidak mungkin Anda akan menjadi manusia hebat kalau tidak mampu meresapi makna kesendirian, serta mustahil pula Anda bisa hidup kalau terus-menerus dalam kesendirian. Maka logikanya, rindu ada karena mengisi keadilan rasa yang Anda alami saat bersama-sama dan sebaliknya, jika Anda sehat, pasti dalam kebersamaan dengan objek kesukaan Anda, anda tidak lupa rindu pada kesendirian sebagai individu yang ingin sendirian.
Ketika manusia merindukan sesuatu objek apapun sebenarnya ia merindukan dirinya sendiri. Maksud saya, ketika Anda merasa sedang rindu, tidak lain karena pikiran Anda memancing perasaan untuk kembali membuka-buka file masa lalu dan berusaha menghadirkannya kembali. Nah, sesungguhnya hal ini merupakan persitiwa alamiah dan tanda bekerjanya sistem pembelaan diri guna menghalau akan ancaman kesedihan. Maka sangat keliru kalau Anda merasa rindu malah menjadi pilu, justru sebaliknya munculnya rasa rindu itu untuk menjadikan Anda tumbuh sebagai manusia yang kuat dan tajam perasaan batinnya.
Sengaja di sini saya cuma menuangkan yang ideal saja tentang rindu. Realitas rindu itu sama dengan phi. Ia berkali-kali lipatnya jumlah angka manusia dan amsalnya bisa saja tak terhingga. Anda misalnya, bukankah selama ini Anda tidak pernah menghitung berapa kali merasakan rindu. Saya kira jawabannya, memang kerinduan Anda begitu banyaknya sehingga tak bisa dihitung lagi. Jadi, hemat saya Anda tidak perlu membuang-buang waktu lagi memikirkan kenapa bisa rindu. Mengapa rindu sering membawa kesedihan. Atau cara menghilangkan rindu itu bagaimana. Bilamana Anda sedang merindukan sesuatu lebih baik Anda memanggil antusiasme diri untuk menyambut hangat rasa rindu itu. Anda akan mengerti syahdunya sejenak dalam kesendirian. 

by Alkanjawi, 16 March 2017


#student

Alam Pikir Orang Kita

Aktivitas paling tidak di hargai di sini, salah satunya adalah berpikir. Maka jangan sekali-kali mempertontonkan hal itu di depan umum! Me...